https://magenta.trisaktimultimedia.ac.id/index.php/magenta/issue/feedMagenta | Official Journal STMK Trisakti2026-08-25T12:43:14+00:00Yahya Dewanto, S.Sn, M.Mlppm@trisaktimultimedia.ac.idOpen Journal Systems<p>MAGENTA bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan bidang komunikasi visual dan teknologi grafika, khususnya bidang Web Design, Illustrator, Graphic House Entrepreneur, 3D Artist, Motion Graphic, Video Maker, Film Production, serta bidang Printing Design, Production Management, Planning Production Control dan Quality Control pada industri grafika.</p>https://magenta.trisaktimultimedia.ac.id/index.php/magenta/article/view/243Strategi Content Marketing dan Konstruksi Narasi Visual pada Teaser Video Festival Budaya2026-08-16T11:01:30+00:00Kwirinov Kuma Kebanrinov.055@gmail.comRaden Arief Yuliantor.ariefyulianto@gmail.com<p>Di tengah pesatnya arus digitalisasi dan konvergensi media, upaya pelestarian warisan budaya menuntut pendekatan yang lebih inovatif agar tetap relevan. Penelitian ini mengkaji strategi <em>content marketing</em> pada <em>teaser</em> video promosi "Festival Pamenan Minangkabau 2022" dalam upaya pelestarian budaya dan revitalisasi ruang publik Rumah Gadang. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal ditransformasikan ke dalam format bahasa visual digital bertempo cepat untuk membangun <em>brand awareness</em> menggunakan model komunikasi AISAS (<em>Attention, Interest, Search, Action, Share</em>). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks media terhadap <em>teaser</em> video berdurasi 16 detik, didukung dengan telaah dokumen penyelenggaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>teaser</em> tersebut secara efektif menerjemahkan konsep pamenan ke dalam alur visual yang dinamis. Tahap <em>Attention</em> dicapai melalui <em>establishing shot</em> Rumah Gadang; <em>Interest</em> dibangun melalui teknik <em>fast-cut editing</em> pada ragam seni dan tipografi yang mencolok; sementara <em>Search</em>, <em>Action</em>, dan <em>Share</em> didorong melalui informasi poster digital komprehensif di akhir tayangan. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa penerapan <em>content marketing</em> berskala standar tinggi dan model AISAS pada promosi budaya tidak hanya meningkatkan <em>brand awareness</em>, tetapi secara aktif berperan merawat identitas, kebanggaan lokal, dan keharmonian masyarakat melalui medium digital.</p>2026-08-16T10:44:00+00:00Copyright (c) 2026 Magenta | Official Journal STMK Trisaktihttps://magenta.trisaktimultimedia.ac.id/index.php/magenta/article/view/230Estetika Visual sebagai Bahasa Naratif pada Clair Obscur dan Ghost of Yōtei2026-08-16T11:20:45+00:00Mukhlas Ibnu Majidmukhlasibnumajid@gmail.comAdit Januarsaadityajanuarsa@itenas.ac.id<p>Peningkatan peran kualitas visual dalam video game modern telah menggeser penilaian kritis dari sekadar realisme teknis menuju ekspresi artistik dan makna estetis. Penelitian ini mengkaji estetika visual sebagai bahasa naratif dalam video game melalui analisis komparatif art direction pada Clair Obscur: Expedition 33 dan Ghost of Yōtei, yang sama-sama masuk nominasi Best Art Direction pada The Game Awards 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dengan fokus pada desain karakter, <em>world-building</em>, warna dan pencahayaan, serta konsistensi visual berdasarkan teori estetika game dan prinsip desain komunikasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ghost of Yōtei unggul dalam visual naturalistik dan imersi sinematik, sementara Clair Obscur: Expedition 33 menampilkan keunggulan konseptual dengan menjadikan visual sebagai sistem simbolik dan naratif. Gaya visual yang menyerupai lukisan, penggunaan pencahayaan clair-obscur, serta identitas artistik yang konsisten memungkinkan visual berfungsi aktif dalam membangun makna dan emosi pemain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan Clair Obscur dalam kategori <em>Best Art Direction</em> tidak terletak pada realisme visual, melainkan pada keberhasilannya memanfaatkan estetika sebagai medium komunikasi dan penceritaan visual. Penelitian ini berkontribusi pada kajian game studies dan desain komunikasi visual dengan menegaskan art direction sebagai bahasa visual dalam media interaktif.</p>2026-08-16T11:11:56+00:00Copyright (c) 2026 Magenta | Official Journal STMK Trisaktihttps://magenta.trisaktimultimedia.ac.id/index.php/magenta/article/view/245Perancangan Visual Kampanye "Pulihkan Diri, Skip Jam Koma" untuk Generasi Z2026-08-21T08:36:28+00:00Faustinus Inigo Satrio Utomo Brotofaustinussatrio123@gmail.comBudimanbudiman@trisaktimultimedia.ac.id<p>Fenomena “Jam Koma” menjadi isu kesehatan mental yang kian dialami oleh Generasi Z, terutama pekerja usia 20–28 tahun di DKI Jakarta. Jam Koma merujuk pada kondisi kelelahan ekstrim yang mengganggu kesadaran dan produktivitas. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang kampanye visual bertema “Pulihkan Diri, Skip Jam Koma” untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemulihan diri sebelum kelelahan berlanjut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode AISAS <em>(Attention, Interest, Search, Action, </em>dan <em>Share</em>). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka terhadap komunitas <em>Social Connect</em> dan Gen Z di Jakarta. Media utama berupa <em>motion graphic</em> dipublikasikan melalui YouTube, didukung oleh media sosial Instagram dan <em>merchandise</em> cetak. Hasil perancangan menunjukkan bahwa visual yang komunikatif, emosional, dan <em>relatable</em> mampu memperkuat pesan kampanye. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa media visual interaktif efektif untuk membangun pemahaman dan empati terhadap isu Jam Koma serta mendorong perubahan perilaku.</p>2026-08-21T08:18:46+00:00Copyright (c) 2026 Magenta | Official Journal STMK Trisaktihttps://magenta.trisaktimultimedia.ac.id/index.php/magenta/article/view/255Kajian Branding Produk F&B Berbasis Buah Untuk Meningkatkan Kesadaran Perawatan Diri Dari Dalam2026-08-25T12:43:14+00:00Aura Hasna Fadhillahhsnaaaura@gmail.comWiwi Isnainiwiwi@itenas.ac.id<p><em>A healthy lifestyle has become a trend in urban communities to achieve a balance of physical, mental, and environmental health. One form of this is inner self-care through the consumption of fresh fruits containing antioxidants, phenolic compounds, and flavonoids to protect body cells and slow down aging (Royani et al., 2024). However, the younger generation still finds fruit consumption less appealing. This study aims to analyze the branding strategies of fruit-based food and beverage products in increasing awareness of inner self-care, with a case study of Hidden Farm Café in Bandung. The methods used are descriptive qualitative through visual observation, semi-structured interviews, and analysis of design elements, spatial layout, and social media content. The research results are expected to provide an understanding of the role of visual elements, room atmosphere, and digital branding in conveying the message of healthy living from within.</em></p>2026-08-25T12:23:09+00:00Copyright (c) 2026 Magenta | Official Journal STMK Trisakti